Kilastimur.com – BULUKUMBA– Kilastimur.com – Pelataran Masjid Islamic Center Dato Tiro seketika berubah menjadi “lautan putih”. Sebanyak 1.063 santri Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD dari berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Bulukumba berkumpul dalam balutan pakaian ihram. Mereka hadir untuk mengikuti simulasi Manasik Haji Cilik 2026 yang berlangsung khidmat sekaligus meriah pada Minggu (10/5/2026).

Investasi Spiritual Sejak Usia Dini
Kegiatan yang berlangsung sedari pagi hingga sore hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PAUD, Dr. Haidir, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa mengenalkan ritual ibadah haji kepada anak-anak bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah investasi spiritual yang tak ternilai harganya.
“Menanamkan nilai religiusitas di akar rumput adalah kunci. Kita sedang membangun fondasi karakter generasi masa depan Bulukumba,” ujar Dr. Haidir.
Antusiasme yang Melampaui Ekspektasi
Ketua Forum Komunikasi Guru (FKG) PAI TK dan PAUD Kabupaten Bulukumba, Erniwati, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang luar biasa.
Meski tahun ini baru melibatkan sekolah-sekolah yang memiliki guru PAI, jumlah peserta tetap menembus angka di atas seribu anak.
“Ini adalah bentuk penanaman nilai religius sejak dini. Kami ingin memberikan gambaran nyata mengenai ibadah haji kepada anak-anak kita. Seandainya kami buka untuk umum, pesertanya pasti akan membeludak hingga ribuan,” ungkap Erniwati dengan nada optimis.
Simulasi Praktis: Memahami Rukun Islam Kelima
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Bulukumba, Abdul Rivai, S.Ag., M.Pd.I., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag, menegaskan pentingnya metode simulasi.
Menurutnya, anak-anak lebih mudah memahami rukun Islam kelima melalui praktik langsung dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
Di bawah bimbingan para guru, ribuan santri cilik tersebut tampak tertib mengikuti urutan manasik menggunakan sarana yang didesain khusus sesuai ukuran mereka:
– Wukuf di Arafah: Mengajarkan makna ketenangan dan kekuatan doa.
– Lempar Jumrah: Sebagai simbol keberanian melawan keburukan.
– Tawaf: Mengelilingi miniatur Ka’bah dengan penuh khidmat.
Sinergi Menuju Memori Kolektif
Meski melibatkan massa dalam jumlah besar, kegiatan berjalan aman dan terkendali. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerjasama solid antara panitia penyelenggara dari FKG PAI, pihak keamanan, serta pengelola Masjid Islamic Center Dato Tiro.
Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi memori kolektif yang mendalam bagi anak-anak Bulukumba. Harapannya, sejak dini telah tumbuh cita-cita mulia dalam hati mereka untuk suatu saat nanti menyempurnakan rukun Islam di Tanah Suci yang sesungguhnya.
Penulis: Subhan (Kabiro Bulukumba)

