Kilastimur.com – Bulukumba – Dua bulan pasca penyaluran Bantuan Pangan Beras dari Badan Pangan Nasional kepada 26.456 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bulukumba, muncul kabar kurang sedap.
Hingga kini, honor para kordinator penyaluran bantuan di tingkat desa (Kordes) maupun kecamatan (Korcam) belum juga dibayarkan.
Padahal, para kordinator tersebut sudah bekerja penuh memastikan distribusi beras berjalan lancar kepada masyarakat penerima.
Ironisnya, Bulog Bulukumba justru diduga kuat sengaja menahan honor tersebut. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan Kordes dan Korcam, sebab mereka merasa haknya diabaikan.
Padahal, kerja-kerja kordinator di lapangan bukan hanya menyita waktu, tetapi juga tenaga dan tanggung jawab besar agar program bantuan pangan benar-benar tepat sasaran.
Situasi kian panas setelah beredar kabar bahwa diduga Bulog berencana melakukan pemotongan honor para kordinator dengan berbagai alasan.
Informasi ini sontak menambah kekecewaan di kalangan relawan yang selama ini berdiri di garda terdepan penyaluran bantuan.
Mereka menilai, jika benar pemotongan dilakukan, hal itu merupakan bentuk ketidakadilan yang mencederai semangat kerja mereka.
Menanggapi hal tersebut, salah satu aktivis di Kabupaten Bulukumba, Andis Bro, angkat bicara.
Ia menyebut apa yang dilakukan Bulog sebagai tindakan yang tidak bisa ditolerir.
“Ini jelas pelecehan terhadap orang-orang yang sudah bekerja keras di lapangan. Kalau hak mereka saja ditahan dan bahkan mau dipotong, apa bedanya Bulog dengan perampok berseragam?” tegas Andis dengan nada keras.
Menurutnya, kinerja kordinator tidak boleh dipandang sebelah mata karena merekalah yang memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai mekanisme.
“Tanpa Kordes dan Korcam, distribusi bantuan tidak mungkin bisa tertib. Lalu sekarang, justru mereka yang dizalimi dengan menahan haknya. Saya minta aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut masalah ini,” lanjut Andis.
Andis pun menegaskan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, ia bersama rekan-rekan aktivis lainnya akan menggelar aksi protes di kantor Bulog Bulukumba.
“Kami tidak akan diam. Bulog harus segera membayar penuh hak para kordinator. Kalau tidak, jangan salahkan jika kami memilih turun ke jalan menuntut keadilan,” tutupnya.
LP : Gw

