Kilastimur.com – Bulukumba – Tragedi penembakan yang terjadi di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, masih menyisakan duka mendalam. Seorang warga meregang nyawa akibat insiden berdarah itu, dan kini keluarga korban menuntut agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
Bagi keluarga korban, kehilangan nyawa orang yang mereka cintai bukan hanya sebuah kehilangan biasa, melainkan luka yang sulit terobati. “Kami sangat berduka. Nyawa yang hilang tidak bisa kembali. Kami hanya bisa berharap agar hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya. Pelaku harus dihukum berat, setimpal dengan apa yang telah dilakukan,” ujar salah satu keluarga korban dengan mata berkaca-kaca.
Suasana Duka dan Trauma
Di rumah duka, suasana haru masih terasa. Sanak keluarga, kerabat, dan warga sekitar silih berganti datang menyampaikan belasungkawa. Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar korban yang merasa kehilangan sosok penting dalam kehidupan mereka.
Selain duka, perasaan trauma juga dirasakan, terutama oleh keluarga inti. Mereka menilai tindakan pelaku bukan sekadar tindak kriminal, melainkan perbuatan keji yang merampas hak hidup seseorang.
Desakan Hukuman Berat
Keluarga korban menegaskan, tidak ada ruang toleransi bagi pelaku. Mereka mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan, agar tidak memberi kelonggaran dalam proses hukum.
“Kami tidak ingin kasus ini dianggap remeh. Jangan sampai hanya diberi hukuman ringan. Nyawa tidak bisa ditukar dengan alasan apa pun. Hukuman berat adalah satu-satunya jalan untuk memberi efek jera,” tegas perwakilan keluarga.
Proses Hukum Berjalan
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan di Kajang masih berlangsung. Aparat berjanji akan bekerja secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu.
Kapolres Bulukumba dalam keterangannya menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius pihaknya. “Kami akan menuntaskan kasus ini dengan profesional. Tidak ada kompromi bagi pelaku tindak kejahatan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ucapnya.
Sorotan Publik dan Dukungan Aktivis
Peristiwa ini juga menyedot perhatian masyarakat luas, termasuk sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, dan pegiat hukum. Mereka menilai bahwa kasus penembakan ini adalah alarm bagi aparat penegak hukum agar bertindak tegas dalam mencegah terulangnya kasus serupa.
“Penembakan yang merenggut nyawa manusia adalah kejahatan berat. Penegakan hukum tidak boleh main-main. Hukuman berat harus dijatuhkan untuk memberi keadilan bagi korban dan keluarganya,adanya issu terkait pelaku hanya membela dir itu sangat prematur, menurut keterangan salah satu saksi,tak ada ancaman serius, parang yang dibawa oleh korban tak terhunus dari sarungnya,hanya gertakan yang kemudian direspon tembakan dari teras rumah ” kata seorang aktivis hukum di Bulukumba.
Menanti Keadilan
Kini, keluarga korban hanya bisa berharap pada tegaknya hukum. Mereka berharap aparat penegak hukum benar-benar memberi putusan yang adil dan setimpal dengan perbuatan pelaku.
“Tidak ada yang bisa mengembalikan orang yang kami cintai. Tapi setidaknya, kami ingin ada keadilan. Hukuman berat untuk pelaku adalah bentuk penghormatan atas nyawa yang telah hilang,” tutup keluarga korban.
Kasus penembakan di Kajang ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik hingga tuntas di meja hijau. Bagi keluarga korban, harapan mereka sederhana: keadilan yang nyata, bukan sekadar janji.
LP : Gw

