Kilastimur.com – Bogor (Jawa Barat)— Penyebaran informasi bohong (hoaks) yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus Pemuda Panca Marga (PPM) DPD Jawa Barat memicu kegaduhan di internal organisasi dan berpotensi memecah belah keturunan pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Jumat (05/12/2025)

Korban dari informasi tersebut, Agus Madi, pengurus PPM Kota Bogor dengan NIB 301.606.014 sekaligus calon Ketua PPM Kota Bogor periode 2026–2030, menyampaikan bahwa dirinya dirugikan baik secara pribadi maupun organisasi akibat peredaran pesan hoaks yang disebarluaskan melalui grup WhatsApp PPM DPD Jawa Barat.
“Menurut Agus Madi, pesan yang dibagikan oleh dua oknum berinisial PA dan FC itu memuat narasi yang menyebut bahwa dirinya tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua PPM Kota Bogor. Dalam pesan tersebut juga disebutkan bahwa Agus akan dipanggil LVRI untuk diarahkan bergabung mendukung calon ketua lain berinisial J.
Agus menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipanggil oleh LVRI Kota Bogor untuk bergabung dengan calon manapun dan menyatakan bahwa seluruh informasi dalam pesan tersebut tidak benar dan menyesatkan.
“Pesan itu diberikan kepada saya sebagai bukti bahwa nama saya telah dicemarkan. Informasi itu jelas hoaks dan berdampak fatal bagi saya secara pribadi maupun organisasi,” ujar Agus.
Penyebaran pesan tersebut telah memicu kebingungan di tingkat ranting PPM Kota Bogor dan dinilai mengganggu kondusivitas menjelang Musyawarah Cabang (Muscab). Agus menyebut hoaks ini berpotensi memecah belah kader serta menimbulkan gesekan internal, bahkan dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis apabila tidak segera ditangani.
Agus juga menyatakan telah melakukan koordinasi dengan LVRI Kota Bogor, DPD PPM Jawa Barat, serta menyampaikan tembusan kepada DPP PPM terkait kasus yang menimpa.
Sebagai calon Ketua PPM Kota Bogor, Agus Madi menghimbau agar pimpinan PPM di Jawa Barat menindak tegas oknum penyebar hoaks tersebut.
“Saya meminta agar oknum yang menyebarkan berita bohong ini diberi sanksi dan diminta membuat klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka. Dampaknya telah meluas dan mengganggu soliditas organisasi,” tegasnya.
Agus berharap proses Muscab PPM Kota Bogor dapat berlangsung tertib, aman, dan tidak terpengaruh oleh upaya provokatif pihak-pihak tertentu. Ia mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan, menghormati nilai-nilai perjuangan para veteran, serta menghindari segala bentuk provokasi yang dapat merusak martabat organisasi.
Editor: Andhis Hamzah

