Kilastimur.com – Gowa (Sulsel) — Rencana digelarnya sabung ayam terbesar yang diduga bernuansa perjudian di wilayah Pakatto Kecamatan Bonto Marannu Kab. Gowa Sulawesi selatan memicu keresahan di kalangan warga. Kegiatan tersebut dikabarkan akan berlangsung secara terbuka pada akhir pekan ini, Sabtu–Minggu, 12–13 Juli 2025. sekitar pukul.10.00.wita sampai pada pukul.18.00 wita selesai, tepatnya di belakang pesantren di bawa pohon jati. Kamis..(11/07/2025)
Yang membuat warga semakin gusar, muncul dugaan bahwa praktik ini berada di bawah “perlindungan” oknum aparat keamanan TNI AD dan POLRI. Informasi yang diperoleh dari salah satu sumber menyebutkan, dua oknum yang disebut sebagai anggota TNI AD, serta AK yang diduga anggota Polri, terlibat sebagai panitia pelaksana kegiatan judi sabung ayam di Kab. Gowa Kecamatan Bonto Marannu (Pakatto) paling terbesar di indonesia timur.
“Kami sangat khawatir. Kegiatan seperti ini jelas meresahkan, apalagi kabarnya dilindungi oleh oknum aparat TNI AD dan POLRI. Sebagai warga biasa, kami merasa tidak berdaya,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Kamis (11/07/2025), melalui pesan WhatsApp kepada Redaksi Media Online Kilastimur.com.
Kami sebagai masyarakat sulawesi selatan khususnya di Kab. Gowa di Kec. Bonto Marannu (Pakatto) mengharapkan bapak Pangdam XIV / Hasanuddin beserta bapak Danpomdam XIV / Hasanuddin dan bapak Kapolda sulsel agar kiranya turung langsung melihat kelokasi perjudian sabung ayam tersebut karna telah melibatkan anggota TNI AD dan anggota POLRI sebagai panitia pelaksana dan mengundang pemain judi terbesar dari luar daerah.
Warga meminta aparat berwenang, baik dari institusi militer maupun kepolisian, untuk turun tangan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Mereka khawatir, jika dibiarkan, hal ini tidak hanya mengganggu ketertiban masyarakat, tetapi juga mencoreng citra institusi keamanan negara.
“Kami berharap pihak berwenang tidak tinggal diam. Ini bukan hanya soal perjudian, tapi juga soal kepercayaan publik terhadap institusi negara,” tambah warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI AD maupun Polri terkait dugaan keterlibatan oknum dalam kegiatan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh pihak media.
Lp : Tim

