Kilastimur.com – Bulukumba – Lagi-lagi dunia pendidikan di Kabupaten Bulukumba tercoreng oleh tindakan kekerasan yang mencengangkan. Kali ini, seorang kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap salah satu siswanya.
Kepala sekolah berinisial A itu diduga menampar siswa hingga memicu kemarahan orang tua korban yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bulukumba. Kasus ini kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba untuk proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, terutama aktivis muda yang menilai kekerasan di lingkungan pendidikan adalah aib besar yang tidak boleh dibiarkan. Andis Brow, seorang aktivis muda Bulukumba, dengan tegas menyatakan sikapnya:
“Kekerasan terhadap siswa, apalagi dilakukan oleh tenaga pendidik, tidak bisa ditolerir. Kami minta pihak kepolisian bekerja secara transparan dalam menangani kasus ini dan saya berharap pihak kepolisian jangan main mata dengan terduga pelaku. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas.”
Andis juga menuntut Kementerian Agama (Kemenag) Bulukumba untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum kepala sekolah yang diduga arogan tersebut.
“Kami juga meminta Kemenag Bulukumba untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum Kepsek ini. Harusnya dinonaktifkan dulu sampai proses hukumnya selesai,” tambahnya.
Kasus ini menjadi cermin kelam yang menuntut evaluasi serius terhadap pengawasan dan penegakan disiplin di lingkungan sekolah. Kekerasan yang dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung dan pendidik justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Publik kini menanti langkah tegas aparat hukum dan pemerintah daerah untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa kompromi, agar dunia pendidikan di Bulukumba kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
LP : Gw

